ENREKANG—Ada kabar gembira bagi para tenaga pendidik di Kabupaten Enrekang memasuki tahun baru ajaran baru.
Sejak Jumat lalu Pemkab Enrekang melalui Dinas Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (DPKAD) telah membayarkan tunjangan sertifikasi dan non sertifikasi bagi tenaga pendidik. Tunjangan ini ditransfer langsung ke rekening masing-masing sekolah. Hal ini diakui Kepala Dinas DPKAD Chairul Latanro. Ia menjelaskan, dana yang dikucurkan mencapai Rp 8 miliar, dengan klasifikasi Rp 7 miliar untuk tunjangan sertifikasi bagi 936 guru dan Rp 1 miliar untuk 1697 guru non sertifikasi.”Tunjangan sertifikasi dan non sertifikasi guru sudah kami cairkan. Tunjangan sertifikasi itu dibayarkan sekali gaji pokok setiap bulannya. Sementara non sertifikasi hanya berupa penghasilan tambahan sebesar Rp 250 ribu perbulan,” jelasnya. -Gaji 13 Segera Dibayarkan— Sementara itu, pembayaran gaji ke-13 bagi pejabat negara, PNS, CPNS dan pensiunan lingkup Pemkab Enrekang, rencananya akan dibayarkan paling lambat 20 Juli mendatang. Pencairan ini lanjut Chairul, akan dicairkan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur soal pembayaran gaji ke-13 tersebut telah terbit yakni PP Nomor 33 tahun 2011 dan Perdirjen nomor Per-38/PB-2011 tentang pebayaran gaji ke-13 bagi pejabat negara, PNS, pensiunan dan CPNS.”Saat ini PP-nya sudah kita terima, kemungkinan paling lambat tanggal 20 bulan ini sudah kita bayarkan. DPKAD akan segera melaporkan soal pembayaran gaji ke-13 tersebut ke bupati, setelah mendapat persetujuan dari bupati, maka pembayarannya langsung dilakukan, dan pasti bupati akan menyetujui,” tandas Chairul. Total anggaran untuk pembayaran gaji ke-13 bagi 5000 lebih pegawai di Enrekang kata Chairul, mencapai Rp 16.5 miliar. Gaji ke-13 ini kata Chairul cukup istimewa karena langsung ke rekening pegawai tanpa potongan.(PAREPOS)
Selasa, 05 Juli 2011
Syahrul Buka Festival Barasanji Dinihari
ENREKANG—Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Senin dini hari kemarin secara resmi membuka festival Barasanji tingkat Provinsi di lapangan sepak bola Maiwa.
Kedatangan gubernur untuk membuka kegiatan ini terlambat dari jadwal yang dilakukan menunggu kunjungan kerja gubernur dari Palopo dan Tator, sehingga baru dibuka jam sekira jam 00:00 Wita. Tak ayal beberapa undangan serta peserta memilih untuk meninggalkan acara. Meski membuka kegiatan saat dinihari, namun gubernur yang didampingi Bupati Enrekang Haji La Tinro La Tunrung masih terlihat energik dan bersemangat di hadapan peserta dan undangan. Gubernur dalam sambutan mengatakan, kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh dua hal. Tingkat pendidikan dan karakter agama. “Hanya dengan pendidikan dan karakter agama yang baik akan menghadirkan kemanusiaan kita secara utuh,”katanya.Barasanji ini menurut dia, adalah upaya maksimal yang dibangun untuk mendorong remaja dalam meningkatkan dan memahami nilai-nilai agama Islam secara baik. “Jika agamanya baik kita bisa merespon perbedaan dengan baik,” ujarnya. Sementara itu Paniti Pelaksana yang juga Ketua KNPI Sutrisno mengatakan, barasanji diselenggarakan atas kerjasama OKP Kosgoro dan KNPI dengan Pemda Enrekang.”Kita ingin membangkitkan dan melestarikan nilai-nilai budaya agama Islam,”kata dia. Perlombaan Barasanji yang dipusatkan di Kecamatan Maiwa–Enrekang, diikuti 33 peserta yang berasal dari 7 kabupaten se Sulsel. Selain tuan rumah Enrekang, barasanji ini diikuti peserta dari Pinrang, Sidrap, Barru, Pangkep Soppeng dan Wajo. Perlombaan ini akan berlangsung selama tiga hari,dengan maksud untuk melestarikan nilai-nilai budaya Islam.(PAREPOS)
Kedatangan gubernur untuk membuka kegiatan ini terlambat dari jadwal yang dilakukan menunggu kunjungan kerja gubernur dari Palopo dan Tator, sehingga baru dibuka jam sekira jam 00:00 Wita. Tak ayal beberapa undangan serta peserta memilih untuk meninggalkan acara. Meski membuka kegiatan saat dinihari, namun gubernur yang didampingi Bupati Enrekang Haji La Tinro La Tunrung masih terlihat energik dan bersemangat di hadapan peserta dan undangan. Gubernur dalam sambutan mengatakan, kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh dua hal. Tingkat pendidikan dan karakter agama. “Hanya dengan pendidikan dan karakter agama yang baik akan menghadirkan kemanusiaan kita secara utuh,”katanya.Barasanji ini menurut dia, adalah upaya maksimal yang dibangun untuk mendorong remaja dalam meningkatkan dan memahami nilai-nilai agama Islam secara baik. “Jika agamanya baik kita bisa merespon perbedaan dengan baik,” ujarnya. Sementara itu Paniti Pelaksana yang juga Ketua KNPI Sutrisno mengatakan, barasanji diselenggarakan atas kerjasama OKP Kosgoro dan KNPI dengan Pemda Enrekang.”Kita ingin membangkitkan dan melestarikan nilai-nilai budaya agama Islam,”kata dia. Perlombaan Barasanji yang dipusatkan di Kecamatan Maiwa–Enrekang, diikuti 33 peserta yang berasal dari 7 kabupaten se Sulsel. Selain tuan rumah Enrekang, barasanji ini diikuti peserta dari Pinrang, Sidrap, Barru, Pangkep Soppeng dan Wajo. Perlombaan ini akan berlangsung selama tiga hari,dengan maksud untuk melestarikan nilai-nilai budaya Islam.(PAREPOS)
Kelompok Tani Dibantu 900 Kg Bibit Jagung
ENREKANG -- Untuk menyukseskan program nasional tentang ketahanan pangan, Pemkab Enrekang melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan, pekan lalu menyalurkan 900 kilogram bibit jagung untuk 60 kelompok tani yang tersebar di 12 kecamatan di Enrekang.
Selain menyalurkan bibit jagung, Pemkab juga memberikan pelatihan kepada kelompok tani yang dipusatan di Hotel Widya Graha Enrekang, Jumat hingga Sabtu lalu. Penyuluhan ini dihadiri 24 peserta yang merupakan perwakilan dari 12 kecamatan. Ketua panitia, Bachtiar Sija mengatakan, acara itu merupakan program dari Dinas Pertanian Provinsi Sulsel. Menurutnya setiap kabupaten diwajibkan untuk menggelar pelatihan terpadu tanaman. "Sebelumnya kita sudah adakan pelatihan kedelai murah padi. Saat ini giliran komoditi jagung. Dalam, program ini, kita menyalurkan bantuan 900 kg bibit jagung ke 60 Kelompok tani, "kata pria yang juga menjabat sebagai Kasi Pembenihan Distanbun Enrekang ini. Dia menambahkan, pemberian bibit jagung tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan produksi tanaman terpadu di bumi Massenrempulu, khususnya jagung. "Potensi jagung di Enrekang cukup besar. Dan kita harapkan dengan sentuhan langsung ke kelompok tani ini bisa meningkatkan hasil produksi," jelasnya. Seorang peserta dari Kecamatan Bungin, Syamsuddin mengaku senang dengan adanya kegiatan ini. Ia yang memimpin kelompok tani enam (Sipatuo, Sipakanre, Mario, Annung Jaya, Rante Lemo Murah, dan Totipa) mengatakan, perhatian pemerintah ke masyarakat sedikit demi sedikit mulai tampak. "Buktinya kita diberikan bibit. Mudah-mudahan tidak sampai di sini saja bantuannya. Kami berharap waktu mendatang potensi tanaman jagung terus meningkat,"pungkasnya. (PAREPOS)
Selain menyalurkan bibit jagung, Pemkab juga memberikan pelatihan kepada kelompok tani yang dipusatan di Hotel Widya Graha Enrekang, Jumat hingga Sabtu lalu. Penyuluhan ini dihadiri 24 peserta yang merupakan perwakilan dari 12 kecamatan. Ketua panitia, Bachtiar Sija mengatakan, acara itu merupakan program dari Dinas Pertanian Provinsi Sulsel. Menurutnya setiap kabupaten diwajibkan untuk menggelar pelatihan terpadu tanaman. "Sebelumnya kita sudah adakan pelatihan kedelai murah padi. Saat ini giliran komoditi jagung. Dalam, program ini, kita menyalurkan bantuan 900 kg bibit jagung ke 60 Kelompok tani, "kata pria yang juga menjabat sebagai Kasi Pembenihan Distanbun Enrekang ini. Dia menambahkan, pemberian bibit jagung tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan produksi tanaman terpadu di bumi Massenrempulu, khususnya jagung. "Potensi jagung di Enrekang cukup besar. Dan kita harapkan dengan sentuhan langsung ke kelompok tani ini bisa meningkatkan hasil produksi," jelasnya. Seorang peserta dari Kecamatan Bungin, Syamsuddin mengaku senang dengan adanya kegiatan ini. Ia yang memimpin kelompok tani enam (Sipatuo, Sipakanre, Mario, Annung Jaya, Rante Lemo Murah, dan Totipa) mengatakan, perhatian pemerintah ke masyarakat sedikit demi sedikit mulai tampak. "Buktinya kita diberikan bibit. Mudah-mudahan tidak sampai di sini saja bantuannya. Kami berharap waktu mendatang potensi tanaman jagung terus meningkat,"pungkasnya. (PAREPOS)
Sabtu, 02 April 2011
China Bidik PLTA 200 MW Enrekang
MAKASSAR -- Perusahaan asal China, Topnich Energy Indonesia, akan mengikuti jejak Norwegia melalui join venture dengan PT Sulawesi Hydro Power, membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air di Kabupaten Enrekang.

Ilustrasi
PT Topnich Energy Indonesia (TEI) akan membangun PLTA berkapasitas 200 megawatt dengan nilai investasi mencapai Rp5 triliun. Tim ahli PT TEI kini sedang mengerjakan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan dokumen perencanaan pembangunan.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel, Sukarniaty Kondolele, Kamis, 31 Maret, mengatakan, PLTA tersebut direncakan akan mulai pembangunan tahap awal Juni 2011. "Sebagai bentuk keseriusan, perusahaan China tersebut menyerahkan dana awal ke Pemkab Enrekang sebesar Rp5 miliar dan menyusul Rp5 miliar dalam dua bulan ke depan," kata Sukarniaty.
Nota kesepahaman (MoU) PT TEI dengan Pemkab Enrekang sebenarnya telah digelar 18 Desember 2010 lalu. Saat itu Tony Lim menanda tangani MoU bersama Bupati Enrekang La Tinro Latunrung disaksikan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.
Menurut Sukarniaty, jika investasi China ini terealiasi dipastikan bisa memenuhi setengah kebutuhan investasi pasokan listrik di kabupaten tersebut. Berdasarkan perkiraan kebutuhan yang dilaporkan Pemkab Enrekang, total nilai investasi kelistrikan yang dibutuhkan sebesar Rp9 triliun.
Sisa kebutuhan akan segera ditutupi dengan rencana investasi PLTA Norwegia dengan kapasitas 100 Megawatt dengan nilai investasi sekitar Rp3 triliun. Sebelumnya, Norwegia melalui perusahaan PT Sulawesi Hydro Power (join venture) telah mengoperasikan PLTA Tangka Manipi untuk memenuhi kebutuhan listrik Kabupaten Gowa dan Sinjai. PLTA berkapasitas sebesar 10 megawatt tersebut dibangun dengan nilai investasi Rp280 miliar.
Tim ahli PT Sulawesi Hydro Power juga saat ini sedang melakukan survei lapangan dan Amdal di Kecamatan Buttu Batu Enrekang, lokasi yang akan menjadi proyek PLTA. (aci-FAJAR)

Ilustrasi
PT Topnich Energy Indonesia (TEI) akan membangun PLTA berkapasitas 200 megawatt dengan nilai investasi mencapai Rp5 triliun. Tim ahli PT TEI kini sedang mengerjakan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan dokumen perencanaan pembangunan.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel, Sukarniaty Kondolele, Kamis, 31 Maret, mengatakan, PLTA tersebut direncakan akan mulai pembangunan tahap awal Juni 2011. "Sebagai bentuk keseriusan, perusahaan China tersebut menyerahkan dana awal ke Pemkab Enrekang sebesar Rp5 miliar dan menyusul Rp5 miliar dalam dua bulan ke depan," kata Sukarniaty.
Nota kesepahaman (MoU) PT TEI dengan Pemkab Enrekang sebenarnya telah digelar 18 Desember 2010 lalu. Saat itu Tony Lim menanda tangani MoU bersama Bupati Enrekang La Tinro Latunrung disaksikan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.
Menurut Sukarniaty, jika investasi China ini terealiasi dipastikan bisa memenuhi setengah kebutuhan investasi pasokan listrik di kabupaten tersebut. Berdasarkan perkiraan kebutuhan yang dilaporkan Pemkab Enrekang, total nilai investasi kelistrikan yang dibutuhkan sebesar Rp9 triliun.
Sisa kebutuhan akan segera ditutupi dengan rencana investasi PLTA Norwegia dengan kapasitas 100 Megawatt dengan nilai investasi sekitar Rp3 triliun. Sebelumnya, Norwegia melalui perusahaan PT Sulawesi Hydro Power (join venture) telah mengoperasikan PLTA Tangka Manipi untuk memenuhi kebutuhan listrik Kabupaten Gowa dan Sinjai. PLTA berkapasitas sebesar 10 megawatt tersebut dibangun dengan nilai investasi Rp280 miliar.
Tim ahli PT Sulawesi Hydro Power juga saat ini sedang melakukan survei lapangan dan Amdal di Kecamatan Buttu Batu Enrekang, lokasi yang akan menjadi proyek PLTA. (aci-FAJAR)
Norwegia Siapkan Rp2 T
MAKASSAR -- Sukses membangun proyek PLTA Tangka Manipi di Sinjai, pemerintah provinsi Sulawesi Selatan dan Norwegia kembali melanjutkan kerja sama pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Tahun ini, kedua pihak sepakat membangun PLTA Buttu Batu berkapasitas 2 x 50 Megawatt (MW) di Kabupaten Enrekang.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dalam pertemuan dengan KF Fjellsikring asal Norwegia mewakili PT Sulawesi Mini Hydro Power (SMHP) mengatakan, PLTA Buttu Batu saat ini dalam tahap survei lapangan dan telah masuk agenda PT PLN Persero Wilayah Sulsel, Sultra, Sulbar (Sulselrabar).

RESMIKAN PLT A MANIPI. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat pertemuan dengan KF Fjellsikring asal Norwegia mewakili PT Sulawesi Mini Hydro Power (SMHP) di Gubernuran, Kamis, 3 Maret.
RESMIKAN PLT A MANIPI. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat pertemuan dengan KF Fjellsikring asal Norwegia mewakili PT Sulawesi Mini Hydro Power (SMHP) di Gubernuran, Kamis, 3 Maret.
"Kita harapkan proyek ini berjalan baik sehingga bisa memperkuat deposit energi listrik kita untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri," harap Syahrul di rumah jabatan gubernur Sulsel, Kamis, 3 Februari. Pada kesempatan itu, Syahrul meresmikan PLTA Tangka Manipi secara simbolis.
Syahrul menjelaskan, konsorsium PT SMHP adalah perusahaan patungan KF Fjellsikring asal Norwegia yang berhasil membangun PLTA Tangka Manipi di Sinjai dan kini telah beroperasi. PT SMHP siap melanjutkan pembangunan PLTA di Enrekang dengan nilai investasi Rp2 triliun.
Ketua DPD Golkar Sulsel ini mengatakan, pihaknya sangat berharap PT SMHP bisa kembali merealisasikan kerja sama lanjutan pembangunan pembangkit listrik agar bisa memenuhi penambahan pasokan daya di Sulsel. Kondisi kelistrikan di wilayah Sulselrabar, kata dia, hanya mampu menyuplai daya listrik sebesar 620 MW sedangkan beban puncak sekira 586 MW, sehingga cadangan hanya mencapai 34 MW -- kurang sekitar 30 persen dari beban puncak.
"Kami sangat berharap PLTA Enrekang terealisasi. Kebutuhan listrik masyarakat Sulsel sangat tinggi dan jika itu bisa terwujud tentu saja meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ungkap Syahrul.
General Manager PT SMHP, Nahdiyani Rahman menjelaskan, PLTA Buttu Batu Enrekang ditargetkan beroperasi pada 2016 dengan nilai investasi lebih dari Rp2 triliun. "Kami bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin dalam hal studi awal lingkungan hidup. Kami mencoba semua dengan pembangkit kecil, sebelum kami membangun pembangkit lebih besar," jelas Nahdiyani.
Terpisah, pengamat Kelistrikan Sulsel, Prof Arief memberi apresiasi positif terhadap investasi perusahaan asal Norwegia ini. Ia mengatakan, pemerintah harus memberikan fasilitas dan kemudahan.
"Itu sangat positif bagi Sulsel. Jangan dihambat. Kalau tersedia energi yang banyak, listrik bisa tumbuh dan harga listrik bisa murah. Juga tidak perlu lagi harus menghemat. Itu harus didukung oleh pemerintah daerah," katanya.
Ia mengatakan, keberadaan 2 x 50 MW yang diproyeksikan dihasilkan pembangkit ini akan sangat membantu Sulsel yang sempat diterpa krisis listrik. Selain itu juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah ini.
"Ini akan mendorong industri dan investor masuk. Pemadaman tidak akan ada lagi setelah adanya penambahan kapasitas. Kalau kapasitas besar, tidak perlu lagi menghemat listrik. PLN juga bisa menghemat. Pembangkit yang mahal dibekukan saja, tidak perlu dioperasikan lagi. Misalnya yang menggunakan BBM. Itu tidak perlu lagi. Artinya listrik kita sehat, industri masuk dan lapangan kerja terbuka," kata Arief yang mengaku sedang berada di Batam.
Bagi Arief, pada dasarnya, pembangkit listrik seperti ini harus diperbanyak di Sulsel. "PLTA harus digarap. Ini energi yang bisa diperbaharui. Harus didukung, tidak boleh dihambat," katanya. (amr-aci,FAJAR)
Langganan:
Postingan (Atom)