Tampilkan postingan dengan label enrekang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label enrekang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Januari 2019

Perayaan HUT ke-59 Kabupaten Enrekang Bakal Dipusatkan di Kecamatan Alla

Kabupaten Enrekang bakal genap berusia 59 tahun pada 19 Februari 2019 mendatang.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang mulai melakukan rapat persiapan pembentukan panitia untuk perayaan HUT ke-59 tersebut.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Enrekang, Asman itu diikuti oleh seluruh pimpinan OPD dan Forkopimda lingkup Pemkab Enrekang.
Menurut Asman, peringatan HUT ke-59 Kabupaten Enrekang bakal dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Belajen, Kecamatan Alla'.

"Tadi kita sudah rapat awal penyusunan komposisi kepanitian dan disepakati Kadis Pertanian sebagai ketuanya serta peringatan HUT dipusatkan di Kecamatan Alla'," kata Asman usai rapat.

Ia menjelaskan, dalam rapat tersebut belum ada pembahasan terkait konsep acara, tamu undangan atau pun peresmian gedung.
Sebab, rapat tersebut baru merupakan rapat awal pembentukan panitia. Terkait konsep acara akan dibahas dalam rapat panitia selanjutnya.
"Belum ada konsep acara karena kita baru bentuk panitia, tadi sudah sempat dibahas ada ekpos pembangunan dan kebudayaan tapi itu belum final," ujar Asman.(*)

Wabup Asman Sebut Angka Kemiskinan di Enrekang Menurun

Wakil Bupati Enrekang, Asman, mengklaim angka kemiskinan di Kabupaten Enrekang mengalami penurunan tahun 2018 lalu. Menurutnya, angka kemiskinan menurun sekitar 1,01 persen jika dibandingkan dengan tahun 2017 lalu.


Tahun 2017 lalu angka kemiskinan mencapai 13,5 persen sedangkan di tahun 2018 jumlahnya tersisa 12,49 persen.

"Itu berdasarkan data nasional yang dipresentasikan bulan lalu di Makassar pada Rapat koordinasi (Rakor) terkait angka kemiskinan di Sulsel," kata Asman kepada TribunEnrekang.com, Kamis (31/1/2019).

Ia menjelaskan, menurunnya angka kemiskinan bisa dilihat dari mulai bergeraknya perekonomian di masyarakat.
"Perekonomian kita sudah mulai bergerak, termasuk dengan mulai meningkatnya bidang pertanian kita," ujarnya.
Ia menambahkan, tahun ini pihaknya sudah menyiapkan beberapa program unggulan untuk menekan angka kemiskinan, seperti pemetaan warga miskin.

Sabtu, 02 April 2011

China Bidik PLTA 200 MW Enrekang

MAKASSAR -- Perusahaan asal China, Topnich Energy Indonesia, akan mengikuti jejak Norwegia melalui join venture dengan PT Sulawesi Hydro Power, membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air di Kabupaten Enrekang.


Ilustrasi

PT Topnich Energy Indonesia (TEI) akan membangun PLTA berkapasitas 200 megawatt dengan nilai investasi mencapai Rp5 triliun. Tim ahli PT TEI kini sedang mengerjakan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan dokumen perencanaan pembangunan.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel, Sukarniaty Kondolele, Kamis, 31 Maret, mengatakan, PLTA tersebut direncakan akan mulai pembangunan tahap awal Juni 2011. "Sebagai bentuk keseriusan, perusahaan China tersebut menyerahkan dana awal ke Pemkab Enrekang sebesar Rp5 miliar dan menyusul Rp5 miliar dalam dua bulan ke depan," kata Sukarniaty.

Nota kesepahaman (MoU) PT TEI dengan Pemkab Enrekang sebenarnya telah digelar 18 Desember 2010 lalu. Saat itu Tony Lim menanda tangani MoU bersama Bupati Enrekang La Tinro Latunrung disaksikan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

Menurut Sukarniaty, jika investasi China ini terealiasi dipastikan bisa memenuhi setengah kebutuhan investasi pasokan listrik di kabupaten tersebut. Berdasarkan perkiraan kebutuhan yang dilaporkan Pemkab Enrekang, total nilai investasi kelistrikan yang dibutuhkan sebesar Rp9 triliun.

Sisa kebutuhan akan segera ditutupi dengan rencana investasi PLTA Norwegia dengan kapasitas 100 Megawatt dengan nilai investasi sekitar Rp3 triliun. Sebelumnya, Norwegia melalui perusahaan PT Sulawesi Hydro Power (join venture) telah mengoperasikan PLTA Tangka Manipi untuk memenuhi kebutuhan listrik Kabupaten Gowa dan Sinjai. PLTA berkapasitas sebesar 10 megawatt tersebut dibangun dengan nilai investasi Rp280 miliar.

Tim ahli PT Sulawesi Hydro Power juga saat ini sedang melakukan survei lapangan dan Amdal di Kecamatan Buttu Batu Enrekang, lokasi yang akan menjadi proyek PLTA. (aci-FAJAR)

Norwegia Siapkan Rp2 T

MAKASSAR -- Sukses membangun proyek PLTA Tangka Manipi di Sinjai, pemerintah provinsi Sulawesi Selatan dan Norwegia kembali melanjutkan kerja sama pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Tahun ini, kedua pihak sepakat membangun PLTA Buttu Batu berkapasitas 2 x 50 Megawatt (MW) di Kabupaten Enrekang.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dalam pertemuan dengan KF Fjellsikring asal Norwegia mewakili PT Sulawesi Mini Hydro Power (SMHP) mengatakan, PLTA Buttu Batu saat ini dalam tahap survei lapangan dan telah masuk agenda PT PLN Persero Wilayah Sulsel, Sultra, Sulbar (Sulselrabar).

RESMIKAN PLT A MANIPI. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat pertemuan dengan KF Fjellsikring asal Norwegia mewakili PT Sulawesi Mini Hydro Power (SMHP) di Gubernuran, Kamis, 3 Maret.

"Kita harapkan proyek ini berjalan baik sehingga bisa memperkuat deposit energi listrik kita untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri," harap Syahrul di rumah jabatan gubernur Sulsel, Kamis, 3 Februari. Pada kesempatan itu, Syahrul meresmikan PLTA Tangka Manipi secara simbolis.

Syahrul menjelaskan, konsorsium PT SMHP adalah perusahaan patungan KF Fjellsikring asal Norwegia yang berhasil membangun PLTA Tangka Manipi di Sinjai dan kini telah beroperasi. PT SMHP siap melanjutkan pembangunan PLTA di Enrekang dengan nilai investasi Rp2 triliun.

Ketua DPD Golkar Sulsel ini mengatakan, pihaknya sangat berharap PT SMHP bisa kembali merealisasikan kerja sama lanjutan pembangunan pembangkit listrik agar bisa memenuhi penambahan pasokan daya di Sulsel. Kondisi kelistrikan di wilayah Sulselrabar, kata dia, hanya mampu menyuplai daya listrik sebesar 620 MW sedangkan beban puncak sekira 586 MW, sehingga cadangan hanya mencapai 34 MW -- kurang sekitar 30 persen dari beban puncak.

"Kami sangat berharap PLTA Enrekang terealisasi. Kebutuhan listrik masyarakat Sulsel sangat tinggi dan jika itu bisa terwujud tentu saja meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ungkap Syahrul.

General Manager PT SMHP, Nahdiyani Rahman menjelaskan, PLTA Buttu Batu Enrekang ditargetkan beroperasi pada 2016 dengan nilai investasi lebih dari Rp2 triliun. "Kami bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin dalam hal studi awal lingkungan hidup. Kami mencoba semua dengan pembangkit kecil, sebelum kami membangun pembangkit lebih besar," jelas Nahdiyani.

Terpisah, pengamat Kelistrikan Sulsel, Prof Arief memberi apresiasi positif terhadap investasi perusahaan asal Norwegia ini. Ia mengatakan, pemerintah harus memberikan fasilitas dan kemudahan.

"Itu sangat positif bagi Sulsel. Jangan dihambat. Kalau tersedia energi yang banyak, listrik bisa tumbuh dan harga listrik bisa murah. Juga tidak perlu lagi harus menghemat. Itu harus didukung oleh pemerintah daerah," katanya.

Ia mengatakan, keberadaan 2 x 50 MW yang diproyeksikan dihasilkan pembangkit ini akan sangat membantu Sulsel yang sempat diterpa krisis listrik. Selain itu juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah ini.

"Ini akan mendorong industri dan investor masuk. Pemadaman tidak akan ada lagi setelah adanya penambahan kapasitas. Kalau kapasitas besar, tidak perlu lagi menghemat listrik. PLN juga bisa menghemat. Pembangkit yang mahal dibekukan saja, tidak perlu dioperasikan lagi. Misalnya yang menggunakan BBM. Itu tidak perlu lagi. Artinya listrik kita sehat, industri masuk dan lapangan kerja terbuka," kata Arief yang mengaku sedang berada di Batam.

Bagi Arief, pada dasarnya, pembangkit listrik seperti ini harus diperbanyak di Sulsel. "PLTA harus digarap. Ini energi yang bisa diperbaharui. Harus didukung, tidak boleh dihambat," katanya. (amr-aci,FAJAR)

Selasa, 08 Maret 2011

Silvi Calon Penerus La Tinro

ENREKANG -- Pemilihan kepala daerah Enrekang memang baru akan dihelat 2003 mendatang. Tapi, sejumlah nama nama yang disebut-sebut bakal meramaikan pertarungan di Bumi Massenrempulu itu mulai bermunculan. Di antaranya Ketua DPC PAN Enrekang, Muslimin Bando, serta Kajari Makassar Yusuf Handoko.

Belakangan muncul juga satu nama yang mulai santer dibicarakan masyarakat Enrekang. Pemicunya, kabar yang menyebutkan Bupati Enrekang dua periode, La Tinro La Tunrung menyiapkan istrinya Silvi La Tonro, sebagai penerus tahta.

Silvi La Tinro santer disebut-sebut akan menjadi salah satu kandidat yang bakal meramaikan pertarungan di Enrekang 2013 nanti. Silvi yang juga kerabat dekat Bupati Soppeng dua periode, Sutomo, disebut cukup punya kans menggantikan suaminya. Apalagi, dukungan finansial yang dimiliki keluarga La Tunrung Group, tentu menjadi bekal mumpuni.

Silvi dinilai diuntungkan dengan posisi La Tinro sebagai incumbent, sekaligus Ketua DPD II Golkar Enrekang. La Tinro dikabarkan siap all out mendukung istrinya.

"Memang sudah banyak komponen masyarakat yang meminta kepada saya agar istri saya maju pada pemilihan bupati Enrekang nanti," ujar Ketua DPD II Golkar Enrekang, La Tinro La Tunrung, saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, Rabu malam, 176 Februari.

Namun demikian, La Tinro membantah dirinya mempersiapkan istrinya maju di Pemilukada Enrekang nanti, kendati kelompok masyarakat yang menginginkannya, bukan hanya dari partai Golkar.

"Saya dan istri saya ingin fokus pada masa jabatan saya yang tersisa, setelah amanah yang saya emban selesai, maka saya ingin fokus pada kegiatan sosial kemasyarakatan dan keagamaan, saya sangat berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya," tandas La Tinro.

Saat ditanya siapa figur yang bakal didukung pada Pemilukada nanti, La Tinro enggan berkomentar jauh. Selaku ketua Golkar, siapapun yang didukung oleh kputusan partai, akan diperjuangkannya.

Selain nama yang sudah disebut di atas, juga sudah menggelinding figur lain seperti putri Amin Syam, Irma Awaliah. Amin Syam sebagai mantan bupati Enrekang disebut punya kekuatan yang bisa mendukung pencalonan. Selain itu, juga mencuat nama politikus berdarah Enrekang, Rahman Pina. Anggota fraksi Golkar DRPD Makassar ini menjadi representasi figur pemimpin muda.

Ada juga nama birokrat Chairul Latanro, Saleh Rahim (pengusaha), serta wakil ketua DPRD Enrekang Mustamin Amin.(FAJAR)